04.56 |
PUISI MODERN
MACAM-MACAM PUISI MODERN :
1. Puisi Diafan
2. Puisi Kontemporer
3. Puisi Mbeling
4. Puisi Prismatis
Puisi Diafan
Puisi diafan disebut juga puisi trasparan. Artinya pembaca dapat dengan mudah mengetahui isi atau maksud puisi yang dibacanya. Puisi-puisi angkatan Pujangga Baru termasuk puisi taransparan. Puisi-puisi mereka agak mudah di pahami.
Contoh Puisi Diafan
DIKAKIMU
Aku mengembara
Badan lemah berdaya tiada
Tinggi gunung yang kudaki
Lepas mega menghadap wala
Berapa kali aku terhenti
Meebah diri melepas lelah
Sekali aku meninjau ke bawah
Takjub melihat permai permata
Mana rumahku mana hamlaman
Mata mencari kelihatan tiada
Sekalian menyatu indah semata
Terpaku diri memandang taman
Tuhanku, hati hasratkan Engkau!
Pimpin umat-Mu naik memuncak
Tempat mega tiada menutup
Puisi Kontemporer
Jenis puisi ini masih termasuk puisi prismatis. Bedanya, bila puisi prismatis masih mementingkan kata sebagai penyampai maksud atau ide penyairnya, maka puisi kontemporer bukanlah arti yang ingin disampaikan penyair, melainkan kesan yang ditimbulkan oleh puisi tersebut.
Puisi kontemporer ingin menciptakan komunikasi estetik bukan pemahaman
Kata-kata dalam puisi kontemporer tidak lagi dibebani oleh arti atau makna, melainkan dibiarkan merdeka menciptakan kesan sesuai pembaca
Puisi jenis ini memiliki kekhasan dalam segi bentuk dan penggunaan diksinya. Puisi kontemporer sering disebut dengan puisi yang “lari” dari konvensional. Dalam hal ini, segi bentuk puisi ini pun cenderung aneh. Penggunaan kata-katanya seringkali memakai kata ejekan, makian, atau sindiran.
Perhatikan puisi berikut.
04.55 |
Puisi Prismatis
Bila ada benda di belakang prisma maka akan sulit dilihat atau benda itu tidak jelas kelihatan. Demikian pula dengan puisi prismatis.
Puisi prismatis mengandalkan pemakaian kata-kata dalam bentuk simbol lambang atau kiasan-kiasan.
Kata-kata dalam puisi prismatis maknanya sukar ditebak karena mempunyai makna yang membuat isi puisi tersebut menjadi gelap.
Contoh Puisi Prismatis
SAJAK PUTIH
Beribu saat dalam kenangan
Surut perlahan
Kita dengarkan bumi menrima tanpa mengaduh
Sewaktu etik pun jauh
Kita dengar bumi yang tua dalam setia
Kasih tanpa suara
Sewaktu bayang-bayang kita memanjang
Mengaburkan batas ruang
Kita pun bisu tersekat dalam pesona
Sewaktu ia pun memanggil-manggil
Sewaktu kata membuat kita begitu terpencil
Di luar cuaca
sumber:http://caturmuji.blogspot.com/2012/04/puisi-prismatis-dll.html
04.53 |
KUMPULAN PUISI MBELING MUHAMMAD ROIS RINALDI
BUKTI DAN SAKSI KEBERADAAN
kitalah bukti dan saksi pencurian hasil bumi
darat dan laut beroramakan penghianatan
kayu-kayu tak dibiarkan menetapi tanahnya
ikan-ikan merenangi lautan asing
kitalah bukti dan saksi perdagangan harga diri
ribuan paduan suara menyanyikan lagu kebangsaan
: INDONESIA RAYA, sumbang!
sanjungan untuk inspektur upacara kemerdekaan
:penghianat yang lari dari medan perang itu
bangsa ini kawan, lahir dari darah dan airmata
tigaratus limapuluh tahun sejarah perjuangan terbentang
nenek moyangmu gugur di hutan, tenggelam di dasar lautan
kita menjadi bukti dan saksi anak cucu pejuang menjadi pecundang!
bangkit!
bangkit sebelum bangsa ini menjadi panggung lelucon
hentikan kepura-puraan dalam upacara kemerdekaan
bungkam suara-suara sumbang yang diperdagangkan
kita, kita kawan yang tertinggal dalam bentang keberadaan
CILEGON-BANTEN
28-11-11
DIRASA-RASA
Lahir tak membawa apa-apa
Dititipkan tahta dan harta
Sombong mengonggong
Kelak mati baru tahu rasa
______________________________
BANGSA MISKIN
Telah kita saksikan
Berbondong-bondong anak bangsa
Ke luar negeri, jadi pambantu
Miskin sekali yah, bangsa ini?
______________________________
Tua-Tua Perawan
Itu loh.... si mbok minah minta nikah
Umurnya sudah lima puluh tahun
Tapi dia yakin lebih perawan
Ketimbang anak SMP yang lewat tadi
______________________________ __
Gelagat
Lirik lagu boleh islami
Tapi bagaimana dengan yang nyanyi?
Dan bagaimana dengan penonoton
yang lagi mabuk di bawah panggung itu?
______________________________ ___
Amal-Umel
Pikir dipikir
Mau salat bikin pengumuman
Mau puasa bikin pengumuman
Dasar mulut ember, amalnya bocor tuh!
Cilegon-Banten
______________________________ ___
MIMBAR SESUMBAR
Itu mimbar tempat sesumbar, naiklah
ucapkan janji-janji pada kami
kami akan mendengar dengan setia
tapi setelah selesai jangan berani turun
karena kami akan mengarakmu
ke jelan-jalan untuk melihat kenyataan!
CILEGON
______________________________ ____
RUMUS POLITIK
Akur sedulur
makmur sedapur
CILEGON-BANTEN
______________________________ ____
WAJAH PALSU
Menjelang pemilu
para calon gubernur tidur di rumah penduduk
pagi-pagi mandi menimba air di sumur
satu
dua
tiga
kejebur. Amin
CILEGON-BANTEN
______________________________ _____
KEBIJAKAN TUKANG TIDUR
Peserta rapat paripurna mendengkur
pimpinan rapat bicara tambah ngelantur
"sepekat!" kata pimpinan rapat
peserta rapat kaget menjawab
"sepakat"
rakyat semakin sekarat!
CILEGON-BANTEN
______________________________ _____
BENDERA
Di atas berwarna merah putih
di bawahnya :
kuning, hijau, biru
merah putih diturunkan
berkibarlah bendera abu-abu
CILEGON-BANTEN
04.50 |
3 MACAM PUISI KONTEPORER DAN CONTOHNYA
Kata kontemporer secara umum bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. Selain itu, puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi kontemporer berusaha lari dari ikatan konvensional puisi iti sendiri. Puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa, memakai kata-kata makin kasar, ejekan, dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambing intuisi, gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.
Puisi Konteporer Dibagi 3 Bagian Yaitu :
1. Puisi mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperkenalkan puisi mantra dalam puisi kontemporer. Ciri-ciri mantra adalah:
Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu
04.48 |
Puisi Diafan
Ku memohon kepadamu..
untuk sekali saja, kau bagi kupingmu..
Mengapa tak jua kau dengar rintihanku
Mengapa tak jua kau dengar isakanku
Ku memohon padamu..
Dengarkan aku, aku mau melakukan apa saja
Agar kita bisa berlayar berdua di samudera manapun..
Kau memalingkan muka..
Tak kau gubris diriku..
Sudah Ku katakan,
Aku lebih gila daripada 'Majnun'
Masih saja tak kau dekap diriku
...
Boleh kah aku mengetuk pintumu?
Biarkan aku masuk..
Aku sudah muak di luar, kedinginan...
sumber: http://puisidiafan.blogspot.com/
04.46 |






